Wednesday, April 25, 2012

Handle Change

 

Handle Change
 
by Jane Powell 

“Open your arms to change, but don’t let go of your values.”

As you race through life, facing daily challenges and trying to stay on top of change, it’s not always easy to find time to reflect on the values you hold dear. But, in truth, moments of change are exactly the times when you most need to remember values!
 
People with a solid value system are generally happier and find it easier to overcome challenges. Values like integrity, loyalty, faith, compassion, courage and a sense of community, all work together to give us inner direction and purpose.

Values build personal resiliency, which in turn helps you bounce back from adversity and embrace new opportunities. Take a moment today to reflect on your values – and then go out and put them into action!


 

''When you live in the present moment, time stands still. Accept your circumstances and live them. If there is an experience ahead of you, have it! But if worries stand in your way, put them off until tomorrow. Give yourself a day off from worry. You deserve it. Some people live with a low-grade anxiety tugging at their spirit all day long. They go to sleep with it, wake up with it, carry it around at home, in town, to church, and with friends. Here’s a remedy: Take the present moment and find something to laugh at. People who laugh, last. ''
Thanks Marcella


 

Winners and winners

There are those who win now, and those who will win later. If everyone were to win first place all at once, the victory would have no real meaning.

If you resent those who win the race, you give up a valuable opportunity. You give up the opportunity to learn from their examples.

There are those who win in one area of life, and others who win in other areas of life. If everyone was the best at the very same thing, think of how terribly tedious and predictable things would be.

Just because one person wins, or excels, or achieves, does not mean everyone else loses. Life’s victories do not happen in a vacuum, and their valuable consequences reach far beyond those who achieve them.

Choose to be inspired, to learn from, and to catch the positive energy of those who win. Then make use of that energy, and build on it to win in your very own way.

Sincerely celebrate the victories of those who win. For that makes you a winner, too.

Ralph Marston

 

" Morning Coffee"
Created, and maintained by:
Dizzyrizzy2U@aol.com
GrandmaGail2BC@aol.com
Copyright © 1996 -2011
" Morning Coffee" all rights reserved.

 

Friday, April 20, 2012

Menjadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri




Sahabatku yang letih dengan tidak cukupnya rasa percaya diri untuk menghadapi kehidupan yang tidak mudah ini, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri ...

Tuhanku Yang Maha Perkasa,

Terima kasih atas pengertian bahwa:

Rasa percaya diri adalah rasa yakin atas kesungguhanku
untuk melakukan yang telah kuniatkan untuk kulakukan,
untuk menyelesaikan yang menjadi tugasku,
dan untuk bertanggung-jawab atas dampak apa pun dari tindakanku.

Hari ini, aku akan mulai hidup dengan kesungguhan untuk membangun diri yang bisa kupercayai.

Karena, aku tak mungkin hidup gagah dalam rasa percaya diri, jika aku tak mempercayai diriku sendiri.

Aku akan menghentikan kebiasaan membohongi diri sendiri, karena lama kelamaan diriku akan belajar untuk tidak mempercayaiku.

Dan itulah yang disebut 'tidak percaya diri.'

Percaya diri, adalah mempercayai janjiku sendiri, bahwa aku akan mendahulukan yang penting, dan menghindari hal-hal yang tidak menguatkanku.

Aku tak mungkin menghormati diriku, jika aku tak mempercayai diriku sendiri. Dan pasti itulah alasan bagi kurangnya penghormatan dari orang lain kepadaku.

Tuhanku, jika aku ini jiwa biasa yang tak penting bagiMu, maka tidak mungkin Engkau menggerakkan demikian banyak orang dan kejadian untuk menuntunku menemukan keindahan yang telah lama terajut di dalam diriku.

Terima kasih Tuhan, kini aku menyadari bahwa aku bukan jiwa biasa.

Semoga Engkau menguatkan hati dan pikiran dari kekasihMu yang kecil ini,
untuk menjadi pribadi yang jelas dengan apa yang kumau, yang tegas memulai yang harus kumulai, dan yang tabah menyelesaikan yang harus kuselesaikan.

Mulai hari ini, aku tidak akan berjanji bahkan kepada diriku sendiri - kecuali aku bersungguh-sungguh untuk melaksanakannya.

Tuhanku Yang Maha Kaya,

Bahagiakanlah aku dalam kehidupan yang damai dan sejahtera, yang mensyukuri diriku yang setia kepada niat dan pekerjaan yang baik.

Aamiin

----------------

Semoga rezeki kita lebih baik dan lebih besar mulai hari ini ya?

Mario Teguh - Loving you all as always

Jomblo Keren ( Edisi Wanita )

 

Kesendirian adalah saat-saat berharga di mana kita benar-benar mengasah ibadah, kemampuan, kepribadian dan pencarian ilmu yang sebaik-baiknya. Sebagai bekal tatkala kita melepas masa kesendirian.

Kesendirian mengajarkan kepada kita, betapa sulitnya medan kehidupan tanpa adanya pendamping. Kita punya keluarga dan kawan-kawan, tapi tidak selalu keluarga dan kawan bisa menemani kegiatan atau keperluan kita.
Mendengar hal paling rahasia yang kita simpan. Tapi kesulitan, bukan menjadikan kita lemah dan mencari pegangan yang akan membantu kita guna menjalani kehidupan. Pegangan atau di sebut seseorang yang siap sedia untuk mengantar dan menolong kita namun belum ada ikrar yang menghalalkan hubungan tersebut. Itu hanya akan menjadikan kita makin bertambah lemah.

Kesendirian mengajarkan ketangguhan sebagai wanita, tatkala berbagai rasa menerpa. Kesedihan, kegelisahan, kerinduan, kebencian. Kita bingung menumpahkan segala rasa itu kepada siapa. Tapi jika kita berusaha untuk mendekati Allah secara perlahan, kita bisa mengandalkan Allah untuk itu. Serahkan segala keluh kesah, kelemahan dan rasa sayang kepada Allah. Allah menjadikan kita kuat. Mengandalkan Allah menjadikan kita bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Kita berpegang pada Yang Maha Kuat, yang semesta alam adalah ciptaanNya. Secara fisik, kita terlihat seorang diri. Berpanas-panasan berganti angkot kesana kemari karena berbagai agenda kegiatan.

Berseliweran di antara para pasangan yang telah menikah. Keinginan untuk di perhatikan dan selalu di sayang, adalah lumrah bagi seorang wanita. Anggap saja semua adalah warna kehidupan kita, warna ujian yang semoga bisa menguatkan iman kita.

Sejatinya kesendirian adalah mengasah diri untuk bermentalkan kemandirian. Wujud kita mungkin sebagai kepompong, yang terlihat buruk dan tidak enak karena harus berada dalam ruang sempit. Bukan tanpa alasan Allah menciptakan itu semua. Hanya ingin menjadikan kita layaknya seekor kupu-kupu yang indah dan mampu terbang di alam bebas. Jika kulit kepompong di robek sengaja, bukan malah menolongnya dari himpitan tapi sebenarnya ada kelemahan yang menunggunya tatkala ia berwujud kupu-kupu. Sama dengan kita sebagai wanita, jika kita merasa tidak tahan dengan kesendirian kemudian kita berusaha mengakhiri kesendirian dengan jalan yang buruk (baca : pacaran), sebenarnya akan melemahkan diri kita
sendiri. Kita akan terbiasa terlayani dengan baik, jika tidak di bantu kita akan merasa tidak di sayang. Perlahan hal tersebut bisa menjadi kebiasaan buruk.

Akan ada masanya ketika romantika kesendirian menjadi suatu hikmah yang sangat bermakna, suatu cerita yang akan kita rindukan tatkala pasangan telah hadir di samping kita.

Kesabaran kita, keteguhan kita tidak akan berakhir sia-sia. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. InsyaAllah.

Allahua'lam

Penulis : Kiptiah
sumber: eramuslim.com