Friday, January 28, 2011

Pelukan Sebagai Obat

 
 
"JIKA rumah tangga Anda di ambang kehancuran, peluklah pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai," kata terapis keluarga asal Amerika Serikat, Virginia Satir.

Virginia mengatakan, setiap manusia membutuhkan empat pelukan sehari untuk bertahan hidup, delapan pelukan untuk kesehatan, dan 12 pelukan untuk awet muda dan kebahagiaan.

Saat berpelukan, tubuh melepaskan hormon oxytocin yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran sehat. Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Pelukan dapat meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan ini tak sama fungsinya dengan berjabat tangan dan mencium pipi. Terapi yang dimaksud yakni saling menyentuh. Meski demikian, pelukan tak hanya dapat dilakukan kepada suami ataupun kekasih Anda. Terapi ini dapat dilakukan pada keluarga, saudara, anak, ataupun orang tua. Yang pasti, pelukan ini tak berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pendapat senada dilontarkan Dr Harold Voth, senior psikiater di Kansas. Voth pernah meriset beberapa ratus orang. Ia menemukan orang yang saling berpelukan mampu mengusir stres. Kekebalan tubuhnya meningkat, awet muda, tidur lebih nyenyak, dan stamina lebih sehat.

Ini berlaku juga pada anak-anak. Jika anak Anda rewel, peluklah ia. Sang bayi akan merasa aman sehingga berpengaruh pada kekebalan tubuhnya.

Pelukan juga dapat mengurangi sakit fisik maupun psikis. Pelukan dari orang yang dicintai dapat mengubah emosi negatif menjadi positif.

Jadi, siapkan pelukan terbaik Anda untuk orang-orang yang Anda cintai.

~~~~~~

Resource : from a mailing list 

No comments:

Post a Comment